Sinergi Wujudkan Desa Sehat: KKN 17 Satya Mandala STKIP Gandeng Puskesmas Ibun dan Posyandu Gelar Screening TBC

Foto
Satya Mandala (17)
16 August 2026  •  Dilihat 14 kali

DESA LAMPEGAN – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius dan deteksi dini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Satya Mandala dari STKIP kembali merealisasikan Program Kerja (Proker) di bidang kesehatan, yaitu Screening TBC, pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan krusial ini tidak berjalan sendiri. Mahasiswa KKN STKIP menjalin kolaborasi strategis dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ibun serta kader-kader Posyandu setempat. Sinergi lintas sektoral ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat Desa Lampegan.

Deteksi Dini sebagai Langkah Antisipasi

Dalam pelaksanaannya, warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia, diarahkan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan awal yang dipandu oleh tim medis Puskesmas Ibun. Pemeriksaan ini difokuskan pada pengecekan gejala-gejala klinis yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan secara drastis, dan keringat dingin di malam hari.

Selain pemeriksaan fisik, acara ini juga diselingi dengan penyuluhan singkat. Masyarakat diberikan pemahaman tentang:

  • Cara penularan TBC dan bagaimana mencegahnya.

  • Pentingnya etika batuk dan penggunaan masker saat sedang sakit.

  • Pentingnya pengobatan tuntas bagi mereka yang nantinya terdiagnosis positif TBC, mengingat TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan asalkan pasien disiplin minum obat.

Peran Aktif Kader Posyandu dan Mahasiswa STKIP

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif kader Posyandu Desa Lampegan yang telah membantu memobilisasi warga agar bersedia hadir memeriksakan kesehatannya. Sementara itu, mahasiswa KKN 17 Satya Mandala STKIP bertindak sebagai fasilitator kegiatan, mengatur alur pemeriksaan agar berjalan tertib, serta membantu proses pendataan rekam medis awal warga.

"Kolaborasi antara akademisi (STKIP), tenaga kesehatan profesional (Puskesmas Ibun), dan masyarakat (Posyandu) adalah kunci utama dalam menanggulangi penyebaran TBC. Melalui screening dini, kita bisa memutus mata rantai penularan dan memastikan warga yang sakit segera mendapatkan perawatan medis yang tepat," ungkap salah satu perwakilan tim medis Puskesmas Ibun di sela-sela kegiatan.

Melalui Proker Screening TBC ini, Kelompok KKN 17 Satya Mandala berharap Desa Lampegan dapat bergerak selangkah lebih maju menjadi desa yang bebas dari TBC, dengan masyarakat yang lebih sadar dan proaktif terhadap kesehatan pernapasan mereka.

Penulis: Tim Publikasi KKN 17 Satya Mandala STKIP

Tanggal Kegiatan: Kamis, 30 Juli 2026

Lokasi: Desa Lampegan (Wilayah Kerja Puskesmas Ibun)

Dokumentasi Foto