Sinergi KKN Kelompok 27 Desa Warnasari: Bantu Sorting-Packing Sayur dan Kolaborasi Bersama Siswa PKL SMK SMK IT Bustanul Arifin Pertanian di Bernard Tani

Foto
klmpk-27 (27)
25 July 2026  •  Dilihat 35 kali

WARNASARI – Mengawali minggu dengan penuh semangat pemberdayaan, mahasiswa KKN Kelompok 27 Desa Warnasari melakukan kegiatan partisipatif di unit pengolahan dan distribusi Bernard Tani pada Senin pagi, 20 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami rantai pasok pascapanen komoditas hortikultura sekaligus membangun sinergi bersama para pekerja lokal dan siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Sejak pagi hari, para mahasiswa KKN terjun langsung mendampingi proses sortasi dan pengemasan (sorting & packing) produk pertanian, khususnya komoditas cabai merah segar dan berbagai hasil bumi lokal. Dalam proses pengemasan tersebut, mahasiswa KKN berkesempatan berkolaborasi erat dengan para siswa PKL dari SMK IT Bustanul Arifin jurusan Pertanian yang sedang menjalankan praktik industri di Bernard Tani.

Edukasi Pascapanen dan Kolaborasi Antar-Pelajar

Kolaborasi di lapangan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman yang berharga. Mahasiswa KKN dan siswa SMK SMK IT Bustanul Arifin Pertanian saling berbagi wawasan mengenai standar kualitas pengemasan produk (grade control), kebersihan bahan pangan, hingga teknik penataan komoditas agar tetap segar sampai ke tangan konsumen.

Tidak hanya berfokus pada pekerjaan teknis, kegiatan ini juga mempererat rasa kekeluargaan antar-elemen yang terlibat. Kehangatan makin terasa saat seluruh mahasiswa KKN, pegawai Bernard Tani, dan siswa PKL menikmati momen makan bersama secara sederhana di area operasional.

Mempererat Keharmonisan dan Semangat Gotong Royong

Momen makan bersama tersebut menjadi ajang silaturahmi yang efektif untuk mencairkan suasana dan memperkuat rasa kebersamaan. Perwakilan KKN Kelompok 27 Desa Warnasari menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan dan sambutan hangat dari pihak Bernard Tani serta adik-adik SMK SMK IT Bustanul Arifin Pertanian.

Melalui kegiatan penanganan pascapanen dan kebersamaan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di rantai industri pertanian Pangalengan, tetapi juga terus memupuk jiwa gotong royong dan kepedulian sosial selama masa pengabdian di Desa Warnasari.