Renyahnya Potensi Desa: Mengintip Dapur UMKM Keripik Singkong Mekarwangi Bersama KKN Kelompok 11

Foto
Vigraha Klee (11)
21 July 2026  •  Dilihat 83 kali

Ibun, 21 Julli 2026- Setelah menjelajahi hamparan ladang pertanian dan peternakan, langkah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 berlanjut menelusuri pemukiman warga di Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun. Di sela-sela sejuknya udara pegunungan, aroma gurih rempah dan singkong yang digoreng menuntun kami pada sebuah potensi ekonomi lokal yang tak kalah menjanjikan: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik singkong rumahan.

Mengolah Hasil Bumi Menjadi Nilai Tambah

Tanah Mekarwangi yang subur tidak hanya menghasilkan sayur-mayur, tetapi juga komoditas umbi-umbian seperti singkong. Menariknya, warga tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Di tangan kreatif ibu-ibu desa, singkong-singkong tersebut disulap menjadi camilan keripik renyah yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi. Dalam kunjungan observasi ini, kami berkesempatan melihat langsung "dapur produksi" UMKM tersebut. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat kami ikut serta memperhatikan prosesnya, mulai dari pengupasan, pengirisan tipis yang menuntut ketelitian, hingga teknik penggorengan dengan bumbu khas yang membuat rasanya begitu otentik dan gurih. Usaha rumahan ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat desa mampu menjadi roda penggerak kesejahteraan keluarga.

Tantangan di Balik Kerenyahan Rasa

Meskipun kualitas rasa keripik singkong Mekarwangi ini tidak kalah saing dengan produk pabrikan, para pelaku usaha nyatanya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Sembari beristirahat di sela-sela proses produksi, kami berdiskusi hangat dengan para pengrajin keripik. Kendala utama yang mereka hadapi saat ini bermuara pada pengemasan (packaging) dan pemasaran. Kemasan plastik bening polos yang masih sederhana, serta belum adanya label atau merek (branding), membuat produk ini kesulitan menembus pasar luar dan hanya berputar di warung-warung kecil sekitar desa. Di era serba digital ini, keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran online juga menjadi dinding pembatas bagi perkembangan usaha mereka.

Sentuhan Inovasi untuk UMKM Naik Kelas

Realita di lapangan ini memercikkan semangat baru bagi KKN Kelompok 11. Kami menyadari bahwa produk ini ibarat mutiara yang belum terpoles sempurna. Dari hasil observasi ini, kami merumuskan program kerja pendampingan yang berfokus pada misi "UMKM Naik Kelas". Rencana ke depan, Kelompok 11 akan berkolaborasi dengan pelaku UMKM keripik singkong untuk melakukan re-branding. Mulai dari merancang desain logo yang menarik, memfasilitasi kemasan yang lebih modern dan aman, hingga memberikan pelatihan dasar pemasaran digital (digital marketing) agar keripik khas Mekarwangi bisa dikenal luas hingga ke luar Kecamatan Ibun. Kami percaya, dari perapian sederhana di dapur Desa Mekarwangi, keripik singkong ini memiliki peluang besar untuk merajai lidah banyak orang. Melalui sinergi KKN Kelompok 11 dan semangat pantang menyerah warga, mari bersama-sama mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang renyah, segurih keripik singkong Mekarwangi.

Dokumentasi Foto