Penutupan KKN Tematik Kelompok 33 Universitas Al-Ghifari di Desa Cimekar Diisi Seminar Tanaman Obat Keluarga

Foto
Artha Kalyana (33)
13 August 2026  •  Dilihat 28 kali

Desa Cimekar, 12 Agustus 2026 — Kelompok 33 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Universitas Al-Ghifari melaksanakan kegiatan penutupan di Kantor Desa Cimekar. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Edukasi Penggunaan Obat Rasional.”

Setelah melaksanakan berbagai kegiatan selama satu bulan, rangkaian KKN Tematik Berdampak Kelompok 33 akhirnya sampai pada penghujung kegiatan. Acara penutupan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Cimekar, Bapak Iwan Dharmawan, S.IP., Kepala Dusun, Bapak Pian, Ibu Henny selaku perwakilan RW 12 Desa Cimekar, Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus narasumber, Bapak apt. Indra Permana, M.S. Farm., dan Ibu apt. Lisna Gianti, M.Farm. Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh para kader PKK, perwakilan warga, serta tamu undangan lainnya.

Penyampaian Program Kerja

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Cimekar, Kepala Dusun, serta Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Cimekar menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi mahasiswa selama melaksanakan kegiatan KKN di Desa Cimekar.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan oleh Kelompok 33 selama satu bulan. Program tersebut meliputi pengenalan kepada masyarakat dan perangkat desa, kunjungan ke posyandu, kunjungan serta pendataan pelaku UMKM, partisipasi dalam pembagian dan pendataan peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengajaran anak-anak madrasah dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain program kerja kelompok, setiap jurusan juga memaparkan program kerja sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.

Program kerja dari Jurusan Sistem Informasi mengangkat tema “Digitalisasi UMKM Sablon Badjoe RW 12 Desa Cimekar.” Melalui program ini, mahasiswa membantu membuatkan website bagi salah satu UMKM yang telah dipilih, yaitu Sablon Badjoe. Website tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran serta memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Jurusan Hubungan Internasional mengangkat isu penyebaran hoaks melalui program bertajuk “Saring Sebelum Sharing.” Program ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya informasi palsu atau hoaks yang tidak hanya menjadi persoalan di tingkat masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi ancaman nonmiliter yang berdampak lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membuat poster edukasi dan film pendek atau short movie yang membahas pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Program tersebut mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Desa Cimekar.

Tanggapan Kepala Desa

Setelah mendengarkan pemaparan program kerja, Bapak Iwan Dharmawan, S.IP., menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kelompok 33. Beliau menilai bahwa program kerja mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki manfaat yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Cimekar.

Bapak Iwan memberikan perhatian khusus terhadap program edukasi mengenai bahaya hoaks yang diusung oleh mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional. Menurut beliau, penyebaran hoaks masih menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, kepanikan, bahkan konflik di lingkungan sosial.

Beliau juga menyampaikan bahwa edukasi mengenai hoaks sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Selain itu, Bapak Iwan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban informasi hoaks. Oleh karena itu, beliau menilai bahwa program “Saring Sebelum Sharing” penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Dalam tanggapannya, Bapak Iwan menyampaikan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Informasi yang belum dipastikan kebenarannya dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Bapak Kepala Desa juga memberikan dukungan terhadap program kerja lainnya, termasuk digitalisasi UMKM Sablon Badjoe serta seminar mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga dan penggunaan obat secara rasional. Beliau berharap seluruh program tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cimekar.

Beliau juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama mahasiswa dengan pemerintah desa dan masyarakat selama kegiatan KKN berlangsung. Menurutnya, program yang dilaksanakan telah memberikan kontribusi dalam bidang teknologi, edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program edukasi tersebut, Kelompok 33 melaksanakan simbolisasi penyerahan spanduk bertuliskan “Saring Sebelum Sharing.” Penyerahan spanduk dilakukan secara simbolis oleh mahasiswa bersama Kepala Desa Cimekar dan Kepala Dusun.

Seminar Tanaman Obat Keluarga

Setelah pemaparan program kerja dan simbolisasi penyerahan spanduk, acara dilanjutkan dengan seminar yang disampaikan oleh Bapak apt. Indra Permana, M.S. Farm., dan Ibu apt. Lisna Gianti, M.Farm., selaku narasumber sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 33.

Materi seminar membahas pemanfaatan tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Para peserta diberikan pemahaman bahwa beberapa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional apabila diolah dan digunakan dengan cara yang tepat.

Selain membahas tanaman obat keluarga, narasumber juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat secara rasional. Materi tersebut mencakup pentingnya menggunakan obat sesuai aturan, memperhatikan dosis, memahami cara penggunaan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Seminar berlangsung secara interaktif dan mendapatkan antusiasme dari para peserta yang terdiri atas kader PKK, perwakilan warga, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat secara aman sekaligus menggunakan obat dengan bijak.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kelompok 33 menyiapkan sebanyak 20 tanaman obat untuk dibagikan kepada peserta. Penyerahan tanaman obat tersebut dilakukan secara simbolis kepada Ibu Kepala Desa Cimekar. Tanaman-tanaman tersebut diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga.

Penutupan Kegiatan KKN

Kegiatan penutupan KKN Tematik Berdampak Kelompok 33 menjadi momentum untuk menyampaikan hasil program kerja sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Selama satu bulan berada di Desa Cimekar, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui kerja sama, edukasi, dan pengabdian.

Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, Kelompok 33 berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cimekar. Program digitalisasi UMKM, edukasi mengenai bahaya hoaks, serta seminar tanaman obat keluarga dan penggunaan obat rasional diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, secara resmi berakhir pula rangkaian KKN Tematik Berdampak Kelompok 33 Universitas Al-Ghifari di Desa Cimekar. Meskipun kegiatan KKN telah selesai, semangat kolaborasi, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tetap terjaga.

Dokumentasi Foto