Desa Cilame, Kabupaten Bandung – Suasana berbeda terasa di Desa Cilame pada Minggu, 26 Juli 2026. Masyarakat bersama Mahasiswa KKN Kelompok XV Sagara Pradipa Universitas Al-Ghifari turut meramaikan kegiatan Tropeo Adu Domba yang diselenggarakan di Area Pamidangan Andes, tidak jauh dari Kantor Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut digagas oleh Himpunan Pengusaha Domba Kambing Indonesia (HPDKI) sebagai salah satu wadah bagi para pengusaha dan penghobi domba untuk mempertemukan domba-domba unggulan sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi para pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia peternakan domba.
Tropeo sendiri menjadi salah satu kegiatan yang cukup dikenal di kalangan masyarakat dan penggemar domba. Meskipun kegiatan serupa diselenggarakan oleh HPPDKI secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang berbeda-beda, bagi masyarakat Desa Cilame, kegiatan yang berlangsung di wilayah mereka menjadi hiburan rakyat yang menarik dan memiliki daya tarik tersendiri. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati suasana berbeda di lingkungan desa.
Atas ajakan dari Pemerintah Desa Cilame, Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa turut hadir untuk menyaksikan jalannya kegiatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat salah satu kegiatan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan potensi ekonomi dan budaya lokal.
Sejak kegiatan dimulai, area Pamidangan Andes terlihat ramai oleh para peserta, pengusaha domba, penghobi, serta masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Berbagai domba dari sejumlah peserta turut meramaikan arena, menciptakan suasana yang penuh antusiasme. Sorakan dan dukungan penonton terdengar ketika domba-domba yang bertanding memasuki arena.
Mahasiswa KKN yang hadir, termasuk Dhani dan anggota kelompok lainnya, turut menikmati keseruan acara sekaligus melakukan dokumentasi. Momen-momen menarik selama kegiatan diabadikan sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan KKN XV Sagara Pradipa di Desa Cilame.
Kegiatan ini juga semakin menarik karena Kepala Desa Cilame, Bapak Alo Sobirin, turut berpartisipasi sebagai salah satu peserta. Beliau membawa tiga ekor domba jagoannya untuk mengikuti ajang tersebut. Keikutsertaan Kepala Desa memberikan warna tersendiri dalam kegiatan dan menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan silaturahmi bagi berbagai kalangan di Desa Cilame.
Bagi Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa, kehadiran dalam kegiatan Tropeo Adu Domba menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk memahami lebih jauh kehidupan sosial masyarakat Desa Cilame. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya belajar melalui program kerja yang telah dirancang, tetapi juga melalui berbagai aktivitas masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Selain menjadi hiburan, kegiatan Tropeo juga memperlihatkan adanya potensi ekonomi di sekitar dunia peternakan domba. Kehadiran para pengusaha dan penghobi dari berbagai tempat menunjukkan bahwa domba tidak hanya dipandang sebagai hewan ternak, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari ekosistem usaha masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa Cilame. Ajakan dari pemerintah desa kepada mahasiswa untuk hadir dan menyaksikan kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mulai dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat selama menjalankan masa pengabdian. Interaksi langsung di tengah keramaian membuat mahasiswa dapat lebih memahami karakter masyarakat serta berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial Desa Cilame.
Di tengah keseruan pertandingan, mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan warga dan menikmati suasana kebersamaan. Canda tawa, sorakan penonton, serta antusiasme para peserta membuat kegiatan Tropeo terasa seperti sebuah pesta rakyat yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu tempat.
Bagi Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa, pengalaman menyaksikan Tropeo Adu Domba menjadi salah satu cerita menarik selama menjalani pengabdian di Desa Cilame. Kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai tradisi, hiburan masyarakat, serta potensi ekonomi yang berkembang di lingkungan desa.
Melalui keikutsertaan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti ini, mahasiswa berharap dapat semakin dekat dengan warga serta memahami kehidupan Desa Cilame secara lebih utuh. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dari proses inkulturasi, karena pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui program kerja, tetapi juga dengan hadir, mengenal, dan menjadi bagian dari berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat.
Penulis: Ahmad Dhani Kurniawan