Mendorong Potensi Usaha Rumahan Melalui Pelatihan dan Demonstrasi Telur Asin di Desa Sagaracipta

Foto
Arthavana (29)
1 August 2026  •  Dilihat 27 kali

Sagaracipta, Ciparay – Minggu (26/7/2026), Kelompok 29 Arthavana mengadakan kegiatan edukasi sekaligus demonstrasi pembuatan telur asin yang bertempat di saung sekaligus kandang bebek milik Pak RW 07 Rancabogo, Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini terlaksana atas permintaan langsung dari Pak RW 07, yang sehari-hari menekuni usaha ternak bebek dan tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai teknik pengolahan telur asin.

Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang melibatkan banyak warga, edukasi dan demonstrasi kali ini dilaksanakan secara lebih personal dan terfokus, hanya dihadiri oleh Pak RW 07 selaku pemilik saung dan kandang bebek yang menjadi lokasi kegiatan. Suasana yang lebih santai ini justru membuat sesi tanya jawab dan praktik berlangsung lebih intensif dan mendalam.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjelaskan secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan tahapan pembuatan telur asin di hadapan Pak RW 07 yang turut mengamati dan mencoba langsung setiap tahapannya. Proses dimulai dengan penyiapan bahan utama berupa abu merang dan garam, yang kemudian dicampur hingga membentuk adonan dengan komposisi yang tepat. Campuran abu dan garam ini menjadi kunci utama dalam proses pengasinan telur secara tradisional.

Setelah adonan siap, tahap berikutnya adalah membalurkan campuran abu dan garam secara merata ke permukaan telur, memastikan seluruh bagian cangkang terlapisi dengan baik agar proses penyerapan garam dapat berlangsung optimal. Telur yang telah dibalut adonan tersebut kemudian disusun dan disimpan di tempat yang aman untuk melalui proses pemeraman.

Mahasiswa menjelaskan kepada warga bahwa telur yang telah dibalut adonan perlu didiamkan selama kurang lebih 15 hari agar proses pengasinan berlangsung sempurna dan menghasilkan cita rasa telur asin yang khas. Selama masa pemeraman ini, garam akan meresap perlahan ke dalam telur melalui pori-pori cangkang, sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang menjadi ciri khas telur asin.

Pak RW 07 tampak antusias mengikuti jalannya demonstrasi, bahkan turut aktif bertanya seputar takaran bahan, lama waktu pemeraman, hingga cara menyimpan telur asin yang baik agar tahan lama. Mengingat beliau sudah memiliki usaha ternak bebek sendiri, pengetahuan mengenai pengolahan telur asin ini dinilai sangat relevan dan berpotensi menjadi nilai tambah baru bagi hasil ternaknya.

Melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi ini, Kelompok 29 Arthavana berharap dapat memberikan manfaat praktis khususnya bagi Pak RW 07, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha telur asin berbahan baku telur bebek sebagai potensi ekonomi baru di Desa Sagaracipta.

-Arthavana29-

Dokumentasi Foto