Desa Cilame, Kabupaten Bandung – Memasuki hari kelima pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026, Mahasiswa KKN Kelompok XV Sagara Pradipa Universitas Al-Ghifari kembali mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan kebersamaan bersama pemuda dan pemudi RW 10, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang lebih berfokus pada observasi dan pengenalan lingkungan, malam kebersamaan kali ini menjadi momentum untuk menjalin hubungan yang lebih akrab dengan generasi muda di Desa Cilame. Mahasiswa mendapat undangan dari Teh Fitri dan Teh Rahma untuk berkumpul sekaligus memasak dan menikmati makan malam bersama di Saung Pak Anom, yang merupakan ayah dari Teh Fitri.
Suasana malam itu berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Mahasiswa bersama pemuda dan pemudi setempat memasak seblak secara gotong royong. Setiap orang mengambil peran masing-masing, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga menyajikan makanan untuk dinikmati bersama. Kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana untuk mempererat rasa kebersamaan sekaligus menghilangkan batas antara mahasiswa KKN dan masyarakat.
Di tengah suasana santai, berbagai obrolan ringan pun mengalir dengan penuh keakraban. Canda tawa menghiasi malam kebersamaan di saung, membuat seluruh peserta merasa nyaman satu sama lain. Bagi mahasiswa, momen seperti ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dari sudut pandang para pemuda yang tinggal dan tumbuh di Desa Cilame.
Selain bersenda gurau, mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan RW 10. Berbagai informasi mengenai kondisi sosial, kebiasaan masyarakat, hingga potensi desa disampaikan secara terbuka oleh para pemuda setempat. Informasi-informasi tersebut menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami karakter masyarakat sekaligus menyusun program kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.
Dalam perbincangan tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai salah satu destinasi wisata yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar, yaitu Cadas Gantung. Tempat tersebut menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi warga untuk menikmati keindahan alam dan suasana perbukitan yang masih asri. Keberadaan destinasi wisata ini menunjukkan bahwa Desa Cilame memiliki potensi alam yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai kondisi perekonomian masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh para pemuda, sebagian besar warga Desa Cilame bekerja di bidang konveksi. Industri konveksi menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat dan berperan penting dalam menunjang perekonomian keluarga. Informasi tersebut memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat selama masa KKN.
Lebih dari sekadar menikmati makan malam bersama, kegiatan ini menjadi media yang efektif untuk membangun hubungan emosional antara mahasiswa dan pemuda desa. Melalui komunikasi yang terjalin secara santai, mahasiswa dapat lebih mudah memahami karakter masyarakat, budaya lokal, serta berbagai dinamika kehidupan yang ada di Desa Cilame. Pendekatan seperti ini dinilai sangat penting karena keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa dalam membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.
Bagi Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa, malam kebersamaan ini menjadi agenda pertama bersama pemuda dan pemudi RW 10 sejak pelaksanaan KKN dimulai. Sambutan hangat yang diberikan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, terbuka untuk berkolaborasi dan mendukung berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Melalui kegiatan sederhana ini, mahasiswa menyadari bahwa proses pengabdian tidak selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Duduk bersama, memasak, berbagi cerita, dan saling mendengarkan justru menjadi cara yang efektif untuk membangun rasa kekeluargaan. Dari kebersamaan tersebut lahir hubungan yang lebih erat, saling percaya, serta semangat untuk bersama-sama membangun Desa Cilame.
Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa berharap silaturahmi yang telah terjalin dengan pemuda dan pemudi RW 10 dapat terus berlanjut selama pelaksanaan KKN maupun setelah program pengabdian berakhir. Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kebersamaan, diharapkan berbagai program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cilame.
Penulis: Ahmad Dhani Kurniawan