Desa Cilame, Kabupaten Bandung – Memasuki hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026, Mahasiswa KKN Kelompok XV Sagara Pradipa Universitas Al-Ghifari kembali merasakan hangatnya kebersamaan bersama masyarakat RT 02 RW 10, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, mahasiswa mendapat undangan khusus dari masyarakat untuk mengikuti kegiatan makan malam bersama (ngaliwet) yang diselenggarakan di lapangan Masjid Al-Muhajirin.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama pelaksanaan KKN. Setelah beberapa hari beradaptasi dengan lingkungan dan aktif mengikuti berbagai kegiatan masyarakat, mahasiswa mulai merasakan kedekatan yang semakin erat dengan warga sekitar. Undangan makan malam bersama menjadi bukti bahwa masyarakat telah menerima kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar di lingkungan RT 02.
Menjelang malam, masyarakat bersama mahasiswa bergotong royong mempersiapkan hidangan untuk acara ngaliwet. Suasana penuh kebersamaan terlihat sejak proses persiapan hingga seluruh makanan tersaji. Tradisi makan bersama dengan duduk melingkar di atas alas sederhana menghadirkan nuansa kekeluargaan yang begitu hangat, di mana tidak ada sekat antara mahasiswa dan masyarakat.
Di sela-sela kegiatan makan malam, berbagai percakapan ringan mengalir dengan penuh keakraban. Mahasiswa berbincang bersama bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak mengenai kehidupan sehari-hari di Desa Cilame, pengalaman selama menjalani KKN, serta berbagai cerita menarik mengenai tradisi dan budaya masyarakat setempat. Suasana yang santai membuat mahasiswa semakin mudah mengenal karakter warga dan mempererat hubungan yang telah terjalin sejak awal pelaksanaan KKN.
Bagi Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa, kebersamaan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kehangatan yang diberikan masyarakat membuat mahasiswa merasa diterima dengan tulus. Tidak hanya sebagai tamu yang datang untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat RT 02 RW 10.
Setelah kegiatan ngaliwet selesai, malam kebersamaan masih berlanjut dengan agenda yang tidak kalah seru, yaitu pertandingan badminton persahabatan antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Kegiatan olahraga tersebut berlangsung di lapangan dengan suasana penuh semangat dan canda tawa.
Beberapa mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam pertandingan di antaranya Maryam, Rafa, Rafli, Amar, dan Dhani. Pertandingan berlangsung santai namun tetap kompetitif, diiringi sorak sorai dan dukungan dari masyarakat yang hadir. Meskipun tidak berorientasi pada kemenangan, pertandingan badminton ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kekompakan antara mahasiswa dan warga.
Tawa, candaan, serta semangat sportivitas mewarnai jalannya pertandingan. Setiap pertandingan menjadi hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan, sementara mahasiswa menikmati pengalaman bermain bersama warga dalam suasana yang penuh keakraban. Interaksi seperti ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk mempererat hubungan sosial dan membangun rasa kebersamaan.
Malam itu menjadi salah satu bukti nyata bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berisi program-program formal, tetapi juga dipenuhi dengan momen-momen sederhana yang mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kegiatan makan bersama dan olahraga, mahasiswa semakin memahami nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Cilame.
Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan warna baru dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme warga dalam mengundang, menyambut, hingga mengajak mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan menunjukkan adanya hubungan timbal balik yang positif selama masa pengabdian berlangsung.
Mahasiswa KKN XV Sagara Pradipa berharap kebersamaan yang telah terjalin ini dapat terus terpelihara hingga akhir masa KKN. Dengan komunikasi yang baik, rasa saling menghargai, serta semangat gotong royong, diharapkan seluruh program kerja yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cilame.
Malam kebersamaan di lapangan Masjid Al-Muhajirin menjadi pengingat bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari terbangunnya hubungan yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat. Dari sebuah hidangan sederhana dan pertandingan badminton persahabatan, lahir kenangan yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pengabdian di Desa Cilame.
Penulis: Ahmad Dhani Kurniawan