Mahasiswa KKN Universitas Al-Ghifari Ambil Peran Aktif dalam Ujian Pra Evaluasi Sanggar Imah Budaya Studio Seni Tari

Foto
KELOMPOK 4 SAKADARMA (4)
26 July 2026  •  Dilihat 45 kali

Minggu, 26 Juli 2026 Kabupaten Bandung — Sanggar Imah Budaya Studio yang dipimpin Iyep Nurdin S.M kembali menggelar agenda penting berupa Ujian Pra Evaluasi Seni Tari yang berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu, 26 Juli 2026 di Desa Langensari Kecamatan Solokan Jeruk. Kegiatan ini menjadi tolok ukur penting bagi proses pembinaan dan perkembangan kemampuan para penari muda sebelum melangkah ke pementasan utama.

Berbagai persiapan matang tampak dari kesiapan para peserta didik yang antusias menampilkan ragam tarian tradisional. Kehadiran para mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut turut membaur dan membantu menyukseskan kelancaran acara di lapangan.

Keikutsertaan mahasiswa KKN tidak hanya terbatas pada peninjauan acara, melainkan terjun langsung dalam berbagai lini pendukung.

"Keterlibatan kami di Sanggar Imah Budaya ini merupakan bagian dari program kerja KKN untuk mendekatkan diri dengan kebudayaan lokal. Kami belajar banyak tentang bagaimana sebuah sanggar berproses merawat seni tradisi dari akar rumput," ujar Ganden Syariep Saputra sebagai ketua KKN.

Dalam sesi ujian pra evaluasi ini, para siswa sanggar dinilai secara komprehensif oleh tim penguji dan pelatih. Aspek penilaian tidak hanya berfokus pada ketepatan gerak fisik, melainkan juga keselarasan irama serta penghayatan karakter tari yang dibawakan.

Proses seleksi dan evaluasi berkala semacam ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa nilai-nilai estetika dan etika luhur tari tradisi tetap terjaga tanpa kehilangan esensi aslinya di tengah arus modernisasi.
Pelestarian seni budaya, khususnya tari tradisional, memegang peranan vital dalam merawat identitas dan jati diri bangsa. Di tengah gempuran budaya asing dan cepatnya arus informasi digital, sanggar-sanggar seni lokal seperti Imah Budaya menjadi benteng pertahanan terakhir dalam transmisi pengetahuan budaya dari generasi tua kepada generasi muda.

Benteng Identitas Bangsa: Seni tari tradisional bukan sekadar gerak estetis, melainkan cerminan filosofi, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat pendukungnya.

Regenerasi Berkelanjutan: Tanpa adanya wadah pelatihan dan ruang uji berkala seperti ujian pra evaluasi ini, estafet kepemimpinan budaya terancam putus dan berisiko mengalami kepunahan.

Pembentukan Karakter: Proses pembelajaran seni tradisi membentuk kedisiplinan, kepekaan sosial, serta kecintaan yang mengakar terhadap kekayaan Nusantara pada diri anak-anak muda.

Melalui suksesnya penyelenggaraan ujian pra evaluasi ini, para siswa Sanggar Imah Budaya diharapkan mampu memperbaiki kekurangan teknis dan tampil lebih matang pada pementasan puncak mendatang. Upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat, pelatih, hingga pihak-pihak pendukung di sekitar sanggar diharapkan terus terjalin demi memastikan kelangsungan warisan budaya luhur ini tetap hidup dan berkembang di bumi pertiwi.
Perjalanan Sanggar Imah Budaya dalam merawat denyut nadi seni tradisi tentu tidak berhenti di ruang-ruang latihan atau sekadar lembar hasil evaluasi hari ini. Setiap jentikan jemari, hentakan kaki, dan alunan gamelan yang berpadu dalam ujian pra evaluasi ini adalah bukti hidup bahwa jiwa nusantara masih bersemayam kuat di dada generasi muda.

Ke depan, sanggar ini diharapkan tidak hanya menjadi rumah yang melahirkan penari-penari handal yang mengharumkan panggung-panggung seni, tetapi juga menjelma sebagai pusat peradaban yang menanamkan akar identitas bangsa agar tidak mudah goyah dihempas angin zaman. Semoga nyala api seni tari tradisional dari Sanggar Imah Budaya terus berpijar, mewariskan kebanggaan, dan menginspirasi lebih banyak ruang untuk mencintai serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia hingga generasi-generasi mendatang.

Dokumentasi Foto