Kunjungan dan Wawancara Potensi Wisata Sejarah dan Alam Gunung Windu di Desa Loa, Kecamatan Paseh

Foto
kelompok-7 GENTRAPARWA (7)
6 August 2026  •  Dilihat 22 kali

Desa Loa, 4 Agustus 2026

Dalam rangka menggali potensi wisata sejarah, budaya, dan alam yang terdapat di Desa Loa, mahasiswa KKN melaksanakan kunjungan lapangan serta wawancara dengan Bapak Ateng, salah satu tokoh masyarakat yang memahami sejarah dan perkembangan kawasan Gunung Windu serta patilasan yang berada di wilayah Kecamatan Paseh.

Berdasarkan hasil wawancara, Bapak Ateng menjelaskan bahwa kawasan Gunung Windu memiliki potensi yang tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Di kawasan tersebut terdapat berbagai patilasan yang telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat setempat. Patilasan-patilasan tersebut masih dijaga dan dihormati oleh masyarakat karena memiliki nilai budaya, sejarah, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Bapak Ateng, beberapa lokasi patilasan tersebar di berbagai titik di Kecamatan Paseh dan memiliki keterkaitan dengan tokoh-tokoh terdahulu yang berperan dalam perkembangan wilayah tersebut. Selain menjadi bagian dari sejarah, keberadaan patilasan juga menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para leluhur serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini.

Selain membahas aspek sejarah, Bapak Ateng juga menjelaskan bahwa kawasan Gunung Windu didukung oleh potensi sumber daya alam yang cukup besar. Kawasan hutan yang berada di sekitar Gunung Windu dikelola bersama masyarakat melalui Kelompok Tani Hutan (KTH). Kelompok ini berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam wawancara tersebut juga disampaikan bahwa wilayah Gunung Windu memiliki potensi perkebunan, khususnya kopi, yang telah berkembang sejak lama dan menjadi bagian dari sejarah kawasan tersebut. Potensi ini dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata edukasi yang memperkenalkan pengunjung pada kekayaan alam sekaligus sejarah pemanfaatan lahan di wilayah pegunungan.

Bapak Ateng menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah serta lingkungan alam yang ada di kawasan Gunung Windu. Menurutnya, generasi muda perlu mengenal sejarah daerahnya sendiri sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya sekaligus sebagai upaya menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan kunjungan dan wawancara ini, mahasiswa KKN memperoleh wawasan mengenai potensi wisata yang dimiliki Gunung Windu, baik dari aspek sejarah, budaya, maupun alam. Diharapkan informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan dokumentasi serta mendukung upaya pengembangan wisata berbasis sejarah, budaya, dan lingkungan di Desa Loa dan Kecamatan Paseh.

Dokumentasi Foto