KKN-TB Kelompok 35 Universitas Al-Ghifari Edukasi Anak Madrasah tentang Pengelolaan Sampah dan Makanan Bergizi

Foto
PRADIPA UTKARSHA 35 (35)
7 August 2026  •  Dilihat 27 kali

CILEUNYI KULON - Mahasiswa Kelompok 35 Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak (KKN-TB) Universitas Al-Ghifari mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Literasi Sampah dan Jenis-Jenis Makanan Bergizi” bagi anak-anak madrasah di Masjid As-Salam, Desa Cileunyi Kulon. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada 22-23 juli 2026, pukul 15.00-17.00 WIB dan diikuti oleh 20 anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara interaktif agar materi mengenai pengelolaan sampah dan makanan bergizi dapat diterima dengan mudah oleh peserta.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya masa kanak-kanak sebagai periode pembentukan karakter, kebiasaan, dan pola hidup sehat. Selain memperoleh pendidikan agama, anak-anak juga perlu dibekali pemahaman mengenai kebersihan lingkungan dan pola makan bergizi sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. TPQ dinilai menjadi wadah yang tepat karena proses pembelajarannya turut membentuk sikap dan perilaku positif.

Hari Pertama: Mengenal Sampah dan Prinsip 3R

Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan semangat, dan membantu peserta memusatkan perhatian. Mahasiswa kemudian menyampaikan materi mengenai pengertian sampah, perbedaan sampah organik dan anorganik, serta pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Anak-anak juga diperkenalkan dengan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Prinsip tersebut dijelaskan sebagai langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang barang yang sudah tidak digunakan. Penyampaian materi dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana sehingga peserta dapat terlibat aktif dan lebih mudah memahami pembahasan.

Hari Kedua: Memahami Pentingnya Makanan Bergizi

Pada hari kedua, kegiatan kembali diawali dengan ice breaking guna membangun antusiasme peserta. Materi kemudian berlanjut pada pengenalan makanan bergizi, manfaatnya bagi pertumbuhan dan kesehatan, contoh makanan sehat yang baik dikonsumsi, serta jenis makanan yang konsumsinya perlu dibatasi.

Anak-anak diajak berdiskusi mengenai makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa makanan bergizi berperan dalam menjaga kesehatan, mendukung pertumbuhan, serta menyediakan energi yang dibutuhkan untuk belajar dan beraktivitas.

Kuis dan Poin Bintang Dorong Keaktifan Anak

Setelah penyampaian materi pada setiap pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif sebagai bentuk evaluasi. Anak-anak yang aktif menjawab pertanyaan atau berani maju ke depan memperoleh poin bintang sebagai apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka.

Poin tersebut dikumpulkan selama kegiatan TPQ dan digunakan sebagai dasar pemberian penghargaan pada akhir bulan. Sistem apresiasi ini mampu meningkatkan semangat peserta. Anak-anak terlihat antusias saat menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan Berlangsung Tertib dan Kondusif

Secara umum, peserta menunjukkan antusiasme yang baik sejak sesi pembukaan, penyampaian materi, diskusi, hingga kuis. Meskipun beberapa anak sesekali sulit mempertahankan fokus dan berpindah tempat, kegiatan tetap berlangsung tertib dan kondusif.

Materi pengelolaan sampah memberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta cara sederhana mengelola sampah dengan prinsip 3R. Sementara itu, materi makanan bergizi menambah pengetahuan peserta mengenai manfaat makanan sehat bagi pertumbuhan dan kesehatan.

Menanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Usia Dini

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian pesan edukatif agar anak-anak membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan, membuang dan memilah sampah dengan benar, serta memilih makanan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, KKN-TB Kelompok 35 Universitas Al-Ghifari berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada sesi sosialisasi, tetapi diterapkan oleh peserta di rumah, madrasah, dan lingkungan sekitar. Kebiasaan hidup bersih, pola makan sehat, serta kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sejak usia dini.

Dokumentasi Foto