KKN Sauyunan 38 Kunjungi UMKM Tempe Alfa Rizki, Produksi Tempe Berkualitas untuk Penuhi Kebutuhan Pasar

Foto
SAUYUNAN 38 (38)
30 July 2026  •  Dilihat 21 kali

Bumiwangi, Ciparay — Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari melakukan kunjungan dan wawancara ke UMKM Tempe Alfa Rizki milik Rizky Slamet Hambali yang berlokasi di RW 19 Desa Bumiwangi. Wawancara dilakukan bersama Bapak Taufiki selaku pegawai untuk mengenal lebih dekat proses produksi, kapasitas usaha, serta potensi pengembangan UMKM yang telah menjadi salah satu produsen tempe di wilayah tersebut.

Produksi Rutin untuk Memenuhi Permintaan Pasar

UMKM Tempe Alfa Rizki menjalankan kegiatan produksi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB dengan kapasitas mencapai sekitar 120 kilogram tempe per hari. Produk yang dihasilkan dipasarkan dalam berbagai ukuran, dengan salah satu ukuran kemasan yang dijual sekitar Rp25.000 per kotak panjang.

Permintaan pasar yang stabil menjadikan usaha ini terus berkembang. Bahkan, UMKM Tempe Alfa Rizki kerap menerima pesanan dalam jumlah besar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga kapasitas produksi harus terus disesuaikan dengan kebutuhan.

Mengutamakan Kualitas Produk dan Kesiapan Produksi

Dalam proses pembuatannya, UMKM Tempe Alfa Rizki menggunakan bahan baku utama berupa kedelai dan ragi. Proses produksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perebusan, penggilingan, fermentasi, pengemasan, hingga penumbuhan jamur sebelum tempe siap dipasarkan kepada konsumen.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, terutama saat menerima pesanan dari program MBG, pihak usaha berencana menambah jumlah kompor produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan.

Hingga saat ini, pemasaran produk masih difokuskan ke pasar-pasar tradisional dan toko-toko di berbagai wilayah. Pemilik usaha belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi karena menilai jaringan pelanggan yang telah dimiliki sudah mampu menyerap hasil produksi secara konsisten.

Mahasiswa KKN Belajar Mengenai Pengelolaan Industri Pangan

Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman dalam memahami proses produksi tempe skala UMKM, mulai dari pengolahan bahan baku hingga strategi pemasaran yang diterapkan. Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk serta kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi peningkatan permintaan pasar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kelompok Sauyunan 38 dalam mengenali potensi UMKM Desa Bumiwangi sekaligus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha lokal. Melalui kunjungan ini, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi melalui program pendampingan yang mendukung peningkatan kapasitas usaha sehingga UMKM lokal semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dokumentasi Foto