Bumiwangi, Ciparay — Mahasiswa KKN Tematik Berdampak Kelompok Sauyunan 38 Universitas Al-Ghifari melakukan kunjungan dan wawancara ke UMKM Tahu Sawargi milik Ibu Wati (Pusmawati) yang berlokasi di RW 19 RT 04 Desa Bumiwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat perjalanan usaha, proses produksi, serta potensi pengembangan UMKM yang telah menjadi salah satu produsen tahu di Desa Bumiwangi.
Berawal dari Usaha Sederhana hingga Berkembang Pesat
UMKM Tahu Sawargi telah berdiri sejak tahun 2000 dan kini mempekerjakan delapan orang karyawan. Menurut pemilik usaha, kegiatan produksi pada awalnya dilakukan dalam skala kecil dengan peralatan yang masih sederhana. Seiring meningkatnya permintaan pasar, usaha ini terus berkembang hingga kini telah didukung oleh berbagai peralatan dan mesin produksi yang lebih besar sehingga mampu meningkatkan kapasitas pengolahan tahu.
Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dalam menjalankan usaha serta kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar dapat mendorong UMKM untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Produksi Berkualitas dengan Pemanfaatan Limbah yang Bernilai
Setiap harinya, UMKM Tahu Sawargi mengolah sekitar 2 kuintal kedelai menjadi berbagai produk tahu. Proses produksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pencucian, perendaman, penggilingan, perebusan, penambahan air bibit, pencetakan, hingga penggorengan sebelum produk siap dipasarkan.
Menariknya, limbah berupa ampas tahu tidak dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Produk tahu dipasarkan ke berbagai pasar di wilayah Ciparay, pelanggan tetap, serta melalui aplikasi WhatsApp sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan. Harga jual produk dipatok sekitar Rp200 untuk tahu ukuran kecil dan Rp400 untuk ukuran besar.
UMKM Tahu Sawargi juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga legalitas usaha dan kualitas produk. Kegiatan produksi berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB, sementara distribusi ke pasar telah dimulai sejak pukul 02.00 WIB agar produk dapat diterima konsumen dalam kondisi segar.
Mahasiswa KKN Mengenal Perjalanan dan Potensi UMKM Lokal
Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman dalam mempelajari bagaimana sebuah usaha rumahan mampu berkembang menjadi UMKM yang memiliki kapasitas produksi besar, didukung tenaga kerja, legalitas usaha, serta sistem pemasaran yang telah menjangkau berbagai wilayah.
Kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi, pemanfaatan sumber daya secara optimal, serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk untuk mempertahankan kepercayaan konsumen. Melalui kunjungan ini, Kelompok Sauyunan 38 berharap dapat memperkuat sinergi dengan para pelaku UMKM sekaligus mendukung pengembangan usaha lokal agar semakin maju, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Desa Bumiwangi.