Edukasi Ibu-Ibu RW 12 Desa Girimekar Melalui Sosialisasi DAGUSIBU

Foto
Giri Paramartha (13)
24 July 2026  •  Dilihat 14 kali

Bandung, 24 Juli 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giri Paramartha sukses menggelar acara sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bersama ibu-ibu RW 12 Desa Girimekar pada Selasa (21/7). Kegiatan edukasi ini bertempat langsung di Posyandu RW 12. 

Program kerja tersebut diinisiasi setelah melihat respons terhadap kebiasaan masyarakat yang masih sering keliru dalam mengelola obat di dalam keluarga. Selama ini banyak masyarakat yang masih menyimpan sisa antibiotik untuk digunakan kembali atau membuang obat kedaluwarsa secara utuh pada tempat sampah. Hal ini berpotensi obat kedaluwarsa yang telah dibuang dapat digunakan kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan juga kandungan kimia yang terdapat pada obat dapat mencemari lingkungan.

Sosialisasi ini dikemas secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh ibu-ibu RW 12. Mahasiswa KKN Giri Paramartha memberikan 4 prinsip, yakni dapatkan obat dengan benar melalui fasilitas kesehatan yang memiliki izin resmi, gunakan obat dengan benar, penggunaan obat harus selalu mengikuti aturan dan resep yang didapatkan melalui dokter atau apoteker dengan memperhatikan etiket dan petunjuk penggunaan. Selanjutnya adalah simpan obat dengan benar, karena cara menyimpan obat dengan benar dapat memengaruhi efektivitasnya. Terakhir buang obat dengan benar, obat harus dilepaskan dari kemasannya dan dihancurkan jika obat tersebut berbentuk tablet atau kapsul dan campurkan dengan tanah atau bahan lain, jangan lupa untuk menghapus informasi pribadi pada kemasan sebelum dibuang.

Kegiatan kami disambut baik oleh ibu-ibu di lingkungan RW 12 termasuk oleh Bidan yang bertugas di Posyandu RW 12 maupun oleh ibu-ibu kader Posyandu RW 12. Banyak yang menyimak dan bersemangat dalam mendengarkan sosialisasi yang diberikan oleh KKN Giri Paramartha. 

Melalui edukasi ini kelompok KKN Giri Paramartha berharap literasi dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan obat di rumah semakin meningkat. Dengan kesadaran yang baik, diharapkan kesehatan keluarga dapat lebih terjamin dan risiko penyalahgunaan sisa obat dapat dicegah dimulai dari lingkungan keluarga.

Dokumentasi Foto