Dorong UMKM Lokal Naik Kelas, Kelompok 22 Satya Karsa UNFARI Pelajari dan Siapkan Strategi Branding Keripik Kirinting Khas Desa Ibun

Foto
Satya Karsa (22)
1 August 2026  •  Dilihat 19 kali

IBUN, KABUPATEN BANDUNG — Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi masyarakat pedesaan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Ghifari yang tergabung dalam Kelompok 22 Satya Karsa turun langsung ke lapangan untuk mempelajari proses pembuatan kuliner lokal unggulan, yakni keripik kirinting khas RW 09 Desa Ibun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial bagi mahasiswa untuk memahami secara mendalam karakteristik produk lokal yang ada di Desa Ibun. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya mengamati dari jauh, tetapi juga terlibat aktif mempraktikkan tiap tahapan pembuatan keripik kirinting bersama pelaku UMKM setempat—mulai dari pengolahan adonan, pencetakan adonan secara tradisional, hingga proses penggorengan.

Membesarkan Potensi Produk Melalui Pendampingan Berkelanjutan
Pendampingan dan praktik langsung ini merupakan bagian dari fokus program kerja (proker) utama Kelompok 22 Satya Karsa dalam mengembangkan serta membesarkan potensi produk olahan lokal Desa Ibun. Tujuan utamanya adalah meningkatkan daya saing produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan dikenal oleh masyarakat umum secara masif.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kelompok 22 Satya Karsa merancang strategi pendampingan dari hilir hingga hulu yang meliputi beberapa poin penting:

Perancangan Identitas Visual (Logo): Menyusun desain logo baru yang representatif, modern, dan menarik perhatian calon konsumen.

Penentuan Merek (Brand Name): Merumuskan nama merek produk yang memiliki daya tarik tinggi dan mudah diingat oleh masyarakat luas.

Pembuatan Konten Promosi Digital: Memproduksi materi pemasaran kreatif berbentuk foto dan video berkualitas tinggi untuk diunggah ke media sosial guna memperluas jangkauan pasar secara digital.

Optimisme Penguatan Ekonomi Desa
Melalui integrasi antara kearifan lokal dalam pembuatan keripik kirinting dan inovasi branding dari mahasiswa Universitas Al-Ghifari, program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah (value added) bagi produk khas RW 09 Desa Ibun.

Kelompok 22 Satya Karsa optimistis bahwa pendampingan ini dapat membuka peluang pasar baru, memperkuat keberlanjutan usaha warga, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat Desa Ibun secara keseluruhan.

Dokumentasi Foto