Catatan Observasi Mahasiswa KKN Wargaluyu di Titik Longsor Kampung Condong

Foto
ANATA KARYA 39 (39)
11 August 2026  •  Dilihat 14 kali

ARJASARI, 27 Juli 2026 – Di tengah menjalankan agenda pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Wargaluyu dihadapkan pada pilar utama kepedulian sosial: tanggap terhadap kondisi darurat lingkungan sekitar. Pada Senin (27/7), tim mahasiswa KKN melakukan kunjungan dan observasi lapangan secara langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang menerjang permukiman warga di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Kunjungan ini dilakukan guna melihat dari dekat skala kerusakan infrastruktur, memahami kontur geografis yang rawan pergerakan tanah, serta menghimpun informasi valid mengenai kondisi terkini para warga terdampak.


Terjangan Bebatuan Besar dan Kerusakan Rumah Warga

Setibanya di titik lokasi Kampung Condong, tim mahasiswa KKN menyaksikan secara langsung dampak dahsyat dari pergerakan tanah perbukitan tersebut. Tidak hanya tumpukan material tanah dan lumpur tebal yang menutup akses jalan, tetapi tampak pula bongkahan-bongkahan bebatuan berukuran besar yang runtuh dari lereng atas dan menimpa bagunan rumah warga setempat.

Beberapa unit rumah warga mengalami kerusakan struktural yang sangat berat hingga roboh akibat tak mampu menahan bobot material batuan dan dorongan tanah. Suasana haru dan keprihatinan mendalam menyelimuti lokasi kejadian saat warga bersama pihak berwenang berupaya mengamankan sisa-sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

 

Situasi Darurat: Harapan bagi Tiga Korban yang Belum Ditemukan

Selain fokus pada peninjauan kerusakan fisik, mahasiswa KKN juga menggali informasi langsung dari tokoh masyarakat dan aparatur lokal terkait proses evakuasi. Dari hasil himpunan data di lapangan, diketahui bahwa hingga saat ini terdapat 3 (tiga) orang warga yang dilaporkan belum ditemukan dan dugaannya masih tertimbun di bawah tumpukan material longsor serta reruntuhan batu.

Kondisi medan yang terjal, ditambah keberadaan batu-batu masif yang menutup titik runtuhan, menjadi tantangan besar dalam proses pencarian. Kehadiran tim pencari dan warga lokal terus dikerahkan dengan penuh kehati-hatian mengingat struktur tanah di perbukitan Condong masih tergolong labil dan berpotensi mengalami pergerakan susulan jika diguyur hujan.

 

Komitmen Mahasiswa KKN untuk Langkah Penanganan dan Edukasi

Observasi lapangan ini memberikan gambaran yang sangat nyata bagi para mahasiswa KKN mengenai besarnya risiko bencana hidrometeorologi yang mengintai kawasan perdesaan berbukit di wilayah Kabupaten Bandung.

Data deskriptif serta fakta lapangan yang dikumpulkan oleh mahasiswa KKN dari Kampung Condong ini nantinya akan disusun menjadi laporan kajian kebencanaan desa. Hasil observasi ini tidak hanya menjadi bahan evaluasi internal, tetapi juga menjadi pijakan bagi tim KKN dalam menyusun aksi kepedulian baik berupa penggalangan bantuan kemanusiaan, pendampingan psikososial bagi keluarga terdampak, maupun koordinasi edukasi mitigasi bencana bersama pemerintah desa guna mencegah jatuhnya korban di masa mendatang.

Melalui langkah kecil namun responsif ini, mahasiswa KKN Desa Wargaluyu berharap dapat hadir bukan sekadar sebagai pelaksana program kerja akademis, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka dan bahu-membahu membangun kembali ketangguhan Desa Wargaluyu.

Dokumentasi Foto