Membuat administrasi pelayanan didesa cikidang berbasis Web
17 June 2025 · Dilihat 8 kali
Dalam upaya mendukung digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Sistem Informasi, Universitas Al-Ghifari menciptakan sistem administrasi pelayanan berbasis web untuk Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap peningkatan kualitas layanan masyarakat di era digital.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan observasi dan berdiskusi dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Desa Cikidang, seperti pengajuan surat domisili, surat pengantar KTP/KK, dan surat keterangan usaha, masih dilakukan secara manual. Proses ini sering kali memerlukan waktu yang cukup lama, menyebabkan antrean, serta menyulitkan pelacakan arsip dokumen.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa KKN merancang dan membangun aplikasi web sederhana bernama “Desa CIkidang”. Aplikasi ini memungkinkan warga untuk mengajukan permohonan surat secara daring dan perangkat desa dapat memprosesnya lebih cepat serta terdokumentasi dengan baik.
Beberapa fitur utama aplikasi nyameliputi:
1. Pengajuan surat secara online
2. Sistem login warga dan admin
3.Notifikasi status permohonan
4. Dashboard pengelolaan surat oleh admin desa
5. Arsip digital surat yang telah diproses
6. Riwayat layanan tiap warga
Pak Hari, selaku Kepala Desa Cikidang, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dibawa oleh mahasiswa.
"Kami merasa sangat terbantu. Sistem ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan membuat pengarsipan lebih tertata. Harapan kami, sistem ini bisa terus dikembangkan dan digunakan secara berkelanjutan," ujar Pak Hari.
Sistem ini juga mendapat respon positif dari warga desa. Mereka kini bisa melakukan pengajuan surat dari rumah tanpa harus datang langsung ke kantor desa, cukup dengan mengakses laman aplikasi dan mengikuti instruksi yang tersedia.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Al-Ghifari tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga memberikan solusi konkret yang dapat diadopsi oleh desa secara mandiri ke depannya.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, serta menunjukkan bagaimana teknologi informasi dapat menjadi alat penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik di pedesaan.