Kembali

Menggali Potensi Ekonomi Kreatif Desa

Foto
mahavira rayadinata ( 16 )
17 June 2025 · Dilihat 10 kali

Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Al-Ghifari melaksanakan kunjungan inspiratif ke green house tanaman hias milik Ibu Epon, salah satu pelaku usaha mikro yang sukses mengembangkan tanaman hias di Desa Cikidang, Kecamatan lembang Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan yang dilakukan pada hari Kamis, tanggal 12 jui 2025 ini menjadi momen penting dalam mengenal lebih dekat potensi ekonomi kreatif desa yang berbasis pertanian modern dan digital.

Green house milik Ibu Epon telah menjadi pusat kegiatan hortikultura tanaman hias selama beberapa tahun terakhir. Ibu Epon membudidayakan berbagai jenis tanaman hias populer berbagai jenis kaktus mini. Sistem tanam dilakukan secara intensif dengan metode green house yang memanfaatkan kontrol cahaya dan kelembapan untuk menjaga kualitas tanaman.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Epon mengisahkan awal mula usahanya yang berangkat dari hobi menanam bunga di pekarangan rumah. Seiring waktu, tanaman hias miliknya mulai banyak diminati tetangga dan masyarakat sekitar. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Ibu Epon hingga ia memutuskan untuk membangun sebuah green house sederhana dan memasarkan produknya melalui platform digital, yakni Shopee.

“Awalnya saya hanya jual lewat WhatsApp dan dari mulut ke mulut. Tapi setelah dibantu anak saya membuat akun Shopee, pesanan mulai datang dari luar kota bahkan luar pulau. Saya tidak menyangka bisa sejauh itu,” tutur Ibu Epon dengan semangat.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan keberhasilan Ibu Epon dalam menggabungkan pertanian konvensional dengan teknologi digital. Mereka melihat secara langsung bagaimana proses penataan, pengemasan, hingga pengiriman tanaman dilakukan. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah inovasi Ibu Epon dalam membuat kemasan ramah lingkungan untuk mengirim tanaman hias agar tetap aman selama proses pengiriman.

Mahasiswa KKN juga memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan singkat mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan toko online di Shopee, serta optimalisasi penggunaan fitur-fitur e-commerce seperti “flash sale”, “voucher toko”, dan “live streaming produk.” Tidak hanya itu, mereka membantu membuatkan desain katalog digital, foto produk berkualitas, dan membantu menyusun deskripsi produk agar lebih menarik calon pembeli.

Menurut Syifa, salah satu peserta KKN yang berasal dari program studi Sistem Informasi, usaha Ibu Epon adalah contoh nyata bagaimana digitalisasi bisa menjangkau pelaku UMKM desa. “Ibu Epon membuktikan bahwa dengan kemauan belajar dan sedikit sentuhan teknologi, potensi lokal bisa dikembangkan hingga berskala nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dokumentasi Foto