KKN Kelompok 10 Navina Dhara Kunjungi UMKM Madu, Bambu, dan Cireng: Mengenal Potensi Lokal, Menguatkan Ekonomi Desa
8 July 2025 · Dilihat 39 kali
Sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, KKN Kelompok 10 Navina Dhara melakukan kunjungan langsung ke beberapa pelaku UMKM unggulan di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja dalam mendukung kemajuan potensi lokal desa. Tiga jenis usaha mikro yang menjadi fokus kunjungan adalah UMKM madu, kerajinan bambu, dan produksi cireng. Setiap UMKM memiliki keunikan tersendiri serta menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan.
Kunjungan pertama dilakukan ke produsen madu lokal, di mana mahasiswa belajar tentang proses budidaya leba. Pemilik usaha menjelaskan berbagai manfaat madu dan tantangan dalam menjaga kualitas serta pasokan di tengah cuaca dan perubahan lingkungan.
Selanjutnya, mahasiswa mengunjungi UMKM kerajinan bambu yang memproduksi berbagai barang seperti tampah, tempat nasi, hingga hiasan rumah. Kreativitas warga dalam mengolah bambu menjadi produk bernilai jual tinggi menjadi inspirasi tersendiri bagi mahasiswa. Mereka juga mendapat kesempatan mencoba langsung proses pembuatan kerajinan tersebut.
Terakhir, kunjungan dilakukan ke pelaku UMKM cireng—makanan khas yang digemari banyak kalangan. Mahasiswa melihat langsung proses produksi, mulai dari pembuatan adonan, pencetakan, hingga pengemasan. Pelaku usaha juga berbagi cerita perjuangan merintis usaha dari nol hingga kini mulai dikenal masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal potensi ekonomi desa, tetapi juga membangun dialog dan berbagi ide terkait pengemasan produk, promosi digital, dan peluang pemasaran yang lebih luas.
“Kami sangat terinspirasi oleh semangat para pelaku UMKM. Kegiatan ini membuka mata kami bahwa ekonomi lokal yang kuat dimulai dari keberanian dan ketekunan,” ujar salah satu anggota KKN Kelompok 10 Navina Dhara.
Diharapkan dari kunjungan ini, akan terjalin kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha dalam mengembangkan strategi pemasaran, pelatihan digital, serta dokumentasi produk yang mendukung keberlanjutan UMKM desa.