Panen Kopi dan Observasi Tempat Wisata Stamplat Girang
30 June 2025 · Dilihat 7 kali
Pada Jumat, 05 Juni 2025, Kelompok KKN 18 Prakarsa Kaula Muda kembali melaksanakan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Desa Nyampay. Agenda hari ini mencakup dua kegiatan utama, yakni ikut serta dalam panen kopi bersama warga dan melakukan observasi di tempat wisata alam Stamplat Girang.
Belajar dan Bekerja Bersama dalam Kegiatan Panen Kopi
Kegiatan dimulai pada pagi hari, saat udara desa masih sejuk dan segar. Kami bergabung dengan salah satu petani kopi lokal untuk merasakan langsung proses panen kopi yang menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat di daerah ini.
Panen dilakukan secara manual, dengan cara memetik buah kopi yang sudah matang dari pohonnya. Kami belajar membedakan buah yang siap panen yang berwarna merah cerah dengan yang belum matang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman baru bagi kami, tetapi juga memberi gambaran nyata tentang kerja keras dan ketekunan para petani lokal dalam menghasilkan biji kopi berkualitas.
Sambil memanen, kami berdiskusi dengan warga mengenai tantangan dan harapan mereka dalam mengelola kebun kopi. Dari obrolan tersebut, kami mendapatkan banyak wawasan berharga tentang bagaimana kopi Nyampay memiliki potensi untuk dikenal lebih luas, baik dari segi cita rasa maupun keunikan proses produksinya.
Observasi Tempat Wisata Alam Stamplat Girang
Setelah panen kopi selesai, kami melanjutkan kegiatan dengan melakukan observasi ke Stamplat Girang, salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan keindahan tersembunyi di wilayah Desa Nyampay.
Stamplat Girang menawarkan panorama alam yang asri, dengan aliran sungai kecil, bebatuan alami, dan pohon-pohon rindang yang memanjakan mata. Tempat ini cocok untuk wisata alam, piknik keluarga, maupun kegiatan edukatif bagi anak-anak. Namun, sayangnya masih banyak warga luar desa yang belum mengetahui keberadaan tempat ini.
Selama observasi, kami mencatat beberapa aspek penting:
• Aksesibilitas : Jalan menuju lokasi cukup bisa dilalui, namun perlu penataan agar lebih ramah pengunjung.
• Potensi Wisata Edukasi : Lokasi sangat cocok dijadikan tempat edukasi alam untuk pelajar, seperti pengenalan ekosistem hutan kecil, sungai, serta konservasi lingkungan.
• Kebutuhan Promosi : Minimnya papan informasi dan promosi membuat tempat ini belum terlalu dikenal luas. Kelompok KKN berencana mengusulkan pembuatan media promosi digital dan cetak untuk memperkenalkan Stamplat Girang ke khalayak yang lebih luas.