Kembali

Cegah Sebelum Parah: Hidup Sehat Tanpa Hipertensi, Kolesterol, dan Diabetes

Foto
Shansara Mahawirya ( 13 )
20 June 2025 · Dilihat 12 kali

Kamis, 19 Juni 2025 – Kegiatan KKN di Desa Santosa

Kamis, 19 Juni 2025 menjadi hari yang penuh manfaat dan edukasi bagi masyarakat Desa Santosa. Pada hari tersebut, kami melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan yang berfokus pada pengendalian tiga penyakit tidak menular (PTM) yang sangat umum dan berbahaya, yaitu hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dikelola oleh mahasiswi dari jurusan farmasi, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam penyuluhan ini, warga diperkenalkan dengan bahaya ketiga penyakit tersebut serta cara pencegahan dan pengelolaannya. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa hipertensi, kolesterol, dan diabetes termasuk dalam kategori "penyakit diam-diam membunuh" (silent killer) karena sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani.

Pembahasan Lengkap Penyakit:
1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah seseorang melebihi angka normal (130/80 mmHg ke atas). Jika dibiarkan, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, dan otak. Penyebab umumnya termasuk konsumsi garam berlebihan, stres, obesitas, dan kebiasaan merokok.
Pencegahan: Mengurangi asupan garam, berolahraga secara rutin, berhenti merokok, mengelola stres, serta memeriksa tekanan darah secara berkala.
2. Kolesterol Tinggi
Kolesterol yang berlebihan, terutama kolesterol jahat (LDL), dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu serangan jantung atau stroke. Pola makan yang tinggi lemak jenuh, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas menjadi penyebab utama.
Pencegahan: Hindari makanan berlemak seperti gorengan dan jeroan, konsumsi lemak sehat seperti ikan dan kacang-kacangan, serta rutin berolahraga.
3. Diabetes Melitus
Diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini dapat merusak organ tubuh dalam jangka panjang. Diabetes dapat dipicu oleh konsumsi gula berlebihan, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.
Pencegahan: Batasi makanan dan minuman manis, perbanyak serat, olahraga teratur, dan jaga berat badan ideal.

Makanan yang Harus Dihindari:
Sebagai bagian dari edukasi, warga juga diberikan daftar makanan yang perlu dihindari untuk mencegah dan mengendalikan ketiga penyakit ini, yaitu:
• Makanan tinggi garam: mie instan, makanan kalengan, keripik.
• Makanan tinggi lemak jenuh: gorengan, daging berlemak, santan kental.
• Makanan/minuman tinggi gula: minuman bersoda, kue manis, sirup, permen.
• Makanan cepat saji dan olahan: sosis, nugget, fast food.
• Minuman beralkohol dan kebiasaan merokok juga harus dihindari.
Sebagai gantinya, disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, air putih, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan:
Penyuluhan ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya mengenali sejak dini tanda-tanda penyakit serta pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyak yang bertanya seputar makanan yang aman dikonsumsi, cara mengecek tekanan darah, hingga tips hidup sehat di usia lanjut. Brosur dan panduan hidup sehat juga dibagikan untuk membantu masyarakat mempraktikkan informasi yang telah disampaikan.

Kegiatan Malam Hari: Pengajian Malam Jum’at
Menutup hari yang penuh ilmu dan kebersamaan, pada malam harinya kami turut serta dalam kegiatan pengajian malam Jum'at yang rutin dilaksanakan oleh warga Desa Santosa di Masjid Al-Hidayah. Kegiatan ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah agama, serta doa bersama untuk kebaikan desa dan kesehatan seluruh masyarakat.

Suasana hangat dan khidmat semakin mempererat hubungan antara warga dan peserta kegiatan. Kegiatan spiritual ini menjadi pelengkap yang menyentuh hati, membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari ibadah dan bentuk syukur atas nikmat tubuh yang sehat.

Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Santosa semakin sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat, memahami risiko penyakit tidak menular, dan mulai mengambil langkah nyata dalam pencegahan sejak dini. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan berdaya.

Dokumentasi Foto