Kembali

Cerita Mengajar di Paud Tunas Harapan 1 Suntenjaya

Foto
Bhakti Laksana ( 8 )
18 June 2025 ยท Dilihat 6 kali

Pada hari Selasa tanggal 10 juni 2025, Pagi yang cerah di sambut dengan kicauan burung yang sangat merdu lalu embun masih bergelantung di dedaunan, udara segar mengalir pelan di arah pegunungan. Di sebuah bangunan yang sederhana, terdapat anak anak yang lucu dan imut, tidak ada tangisan yang ada hanya candaan dan tawa.
Mereka sangat bergembira ketika kami datang untuk mengajar di Paud ini. Kami sangat bersyukur sangat di sambut dengan baik terutama oleh guru dan anak anak. semangat anak anak yang membuat kami tetap sabar dan semangat kembali untuk mengajar disana.
Setiap pagi, kami disambut wajah-wajah mungil yang penuh ceria dan senyuman yang manis. Beberapa di antaranya datang digandeng ibunya, sebagian lainnya berlari kecil sambil membawa tas ransel warna-warni. Mereka belum mengenal huruf dan angka secara utuh, tapi mereka paham benar makna kebahagiaan.
Mengajar di PAUD bukan hanya tentang membaca, menulis dan menghitung, namun kami belajar tentang rasa hormat kepada yang lebih tua, meminta izin ketika lewat, mengucapkan salam, lalu meminta tolong ketika butuh bantuan dan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan. kami bernyanyi bersama dengan penuh gembira sambil melingkar. itulah rasa kebersamaan tercipta yang penuh dengan kasih sayang dan kehangatan.
ketika kami menjelaskan ada anak yang pemalu, anak yang tidak mau belajar, tidak mau mendengar yang ada hanya menangis lalu ada juga yang mengobrol tetapi itulah seni tentang karakter anak anak, semua anak tidak ada yang bandel tetapi bagaimana cara kita untuk menanggapi perbedaan karakter anak anak.
arti sebuah kesabaran seluas samudera itu ternyata nyata, kami di ajarkan untuk lebih bersabar menghadapi karakter anak anak dan menurunkan egois kami. namun di balik itu semua anak anak sangat bergembira dan bahagia melihat kehadiran kami. Mengajar di PAUD adalah tentang membangun harapan, satu senyuman terukir di wajah anak anak. Di ruang kecil namun bermakna itulah kami bukan hanya menjadi guru, tetapi juga menjadi sahabat, pengganti orang tua, dan penjaga mimpi kecil anak-anak di Desa ini.

Dokumentasi Foto