Hijau yang siap dipetik didesa pasir Angling
18 June 2025 ยท Dilihat 8 kali
Saat matahari mulai terbit, Rabu 4 juni 2025 kami Kelompok kkn bhakti laksana tiba di kebun sayuran yang terletak di desa Pasir Angling kecamatan Lembang. Petani lokal, Pak Iwan menyambut kami dengan senyum hangat dan menjelaskan bahwa hari ini adalah hari panen untuk sayuran segar yang akan dikirim ke pasar.
Kami mulai bekerja dan berbagi tugas, ada yg membantu menanam bibit sayuran dan juga para petani disini sering menyebutnya dengan ngabunbun, menyiram tanah yang akan ditanami oleh sayuran dan ada juga yang membantu memanen sayuran yg sudah siap panen. Petani lokal memberikan kami tips dan trik mengenai cara memanen dari mulai memotong sayuran yang benar agar tidak mudah rusak rusak dan tidak banyak yang terbuang untuk memenuhi target panen setiap minggu, serta bagaimana cara menyiram tanah sebelum ditanami dengan sayuran selain itu dari mulai persemaian sampai panen kami belajar Bersama dengan penuh suka cita. Kami bekerja sama dengan petani untuk menyemai dan memanen sayuran seperti Selada hijau, selada merah, daun bawang, kale, dan masih banyak lagi.
Untuk sistem atau pola tanamnya menggunakan tumpang sari Dimana tanaman ditanaman lebih dari satu jenis bisa sampai tiga jenis tanaman, tumpang sari ini berguna untuk menghindari penyebaran hama pada tanaman sejenis dan menunjang produktifitas sayur. Dalam satu minggu biasanya panen dilakukan sebanyak tiga kali karena sudah memiliki kontrak dengan mitra sehingga harus mencapai target yang sudah dikontrak. Sehingga saat panen ada juga yang menanam dan untuk persemaian selalu dilakukan setiap hari, selain ngabunbun dan panen kami juga belajar bagaimana cara penanganan setelah sayur dipanen bagaimana cara pengemasan untuk akhirnya dikirimkan ke mitra dan dikemas ulang untuk langsung di pasarkan kekonsumen.
Saat sayur telah dipetik disimpan di keranjang untuk menuju ketempat penampungan sementara setelahnya sayur disimpan diruang terbuka serta digunakan kipas angin untuk mengeringkan sayur sebelum akhirnya disimpan ke dalam kardus besar dan menunggu kendaraan untuk mengangkut sayur segar, waktu yang dibutuhkan biasanya satu hari perjalanan. Selama proses panen, kami belajar tentang pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam kegiatan pertanian. Petani lokal juga berbagi cerita tentang pengalaman mereka dalam mengelola kebun dan bagaimana mereka menghadapi cuaca yang dapat membuat produktifitas hasil panen mereka turun dan bahkan gagal.
Setelah beberapa jam bekerja, kami dan para petani berhasil memanen sejumlah besar sayuran segar yang siap dikirim ke pasar. Petani lokal mengucapkan terima kasih atas bantuan kami yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan panen. Kegiatan ini tidak hanya membantu petani lokal, tetapi juga memberikan kami pengalaman berharga tentang kegiatan pertanian, pentingnya kerja sama dalam mencapai suatu tujuan, dan kebersamaan yang terjalin sangat hangat antara kami dan para petani.. Kami berharap kedepannya dapat terus membantu petani lokal dan belajar lebih banyak tentang kegiatan pertanian di masa depan dan semoga dengan adanya kelompok kkn bhakti laksana ini bisa memeberikan perubahan yang positif bagi masyarakat didesa tersebut.